My Cart

FOKUSJITU - Panduan Praktis Pemanenan Air Hujan Perkotaan Mandiri | csestore

by Sushmita Sengupta, Gita Kavarana

In stock

In stock

Buku acuan teknik pemanfaatan air hujan (RWH) terpadu di kawasan perkotaan, mengulas implementasi di area pemukiman, sekolah,... Read More
Download Attachment
  Contents
  About the Book
  Copyright
  Sample Pages
 
Add to Wish List

FOKUSJITU: Strategi Efektif Pengelolaan Air Hujan di Wilayah Urban

Pengumpulan dan pemanfaatan air hujan (Rainwater Harvesting) merupakan metode strategis dalam mengatasi keterbatasan pasokan air bersih di kota-kota besar. Akibat pesatnya pembangunan infrastruktur dan menyusutnya lahan terbuka hijau, volume limpasan air hujan seringkali memicu banjir lokal daripada meresap ke dalam tanah. Melalui panduan dari FOKUSJITU, Anda akan dibimbing untuk mengimplementasikan sistem penampungan air hujan mandiri yang ramah lingkungan sekaligus efisien secara ekonomis.

Urgensi Pemanenan Air Hujan di Lingkungan Perkotaan

Konstruksi perkotaan yang didominasi oleh permukaan kedap air seperti beton dan aspal menghambat siklus hidrologi alami. Saat intensitas hujan tinggi, air langsung mengalir ke sistem selokan dan sungai tanpa penyerapan maksimal. Teknik pemanenan air hujan hadir sebagai solusi inovatif untuk menangkap air langsung dari sumbernya, menyaring partikel kotoran, dan menyimpannya sebagai cadangan air multiguna untuk kebutuhan harian.

Keunggulan Menerapkan Sistem Rainwater Harvesting bersama FOKUSJITU

  • Ketahanan Cadangan Air: Mengurangi ketergantungan pada pasokan air PDAM serta membantu menekan eksploitasi sumur bor yang berlebihan.
  • Efisiensi Anggaran: Menghemat pengeluaran bulanan karena air hujan dapat dimanfaatkan secara gratis untuk menyiram tanaman, mencuci kendaraan, hingga kebutuhan sanitasi toilet.
  • Reduksi Risiko Banjir: Penampungan air hujan skala mikro di tingkat rumah tangga efektif mengurangi beban saluran pembuangan kota saat terjadi hujan lebat.
  • Kelestarian Lingkungan Hidup: Meminimalkan resiko penurunan permukaan tanah akibat pengambilan air tanah secara terus-menerus.

Struktur Dasar Sistem Penampung Air Hujan

Sistem pengumpulan air hujan yang baik membutuhkan perancangan terintegrasi melalui beberapa komponen utama berikut:

  1. Media Pengumpul (Catchment Area): Area permukaan atap (genteng, dak beton, atau spandek) yang berfungsi menangkap curahan air hujan awal.
  2. Jalur Distribusi (Conveyance System): Rangkaian talang air serta pipa penghubung yang mengarahkan air menuju bak penampung.
  3. Pemisah Aliran Awal (First Flush Diverter): Mekanisme khusus untuk membuang air hujan pada menit-menit pertama yang biasanya bercampur debu atap, sebelum air bersih dialirkan ke filter utama.
  4. Wadah Penyimpanan (Storage Reservoir): Tangki tertutup rapat yang aman dari paparan sinar matahari langsung untuk mencegah timbulnya lumut dan sarang nyamuk.

Implementasi Luas di Berbagai Fasilitas

Buku rujukan FOKUSJITU menyajikan kompilasi studi kasus keberhasilan pemanfaatan air hujan di berbagai lingkungan perkotaan. Pembahasan mencakup instalasi praktis pada perumahan padat penduduk, gedung sekolah, rumah ibadah, hingga kompleks industri manufaktur. Setiap bab menyajikan kalkulasi kapasitas tangki yang ideal berdasarkan luas atap dan curah hujan wilayah setempat.

Ambil peran aktif dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air bersama FOKUSJITU. Temukan referensi desain sistem penampungan air hujan terlengkap untuk mewujudkan kemandirian air di tempat Anda!

More Information
Co. Author Sushmita Sengupta, Gita Kavarana
Publication Centre for Science and Environment
Pages 172
ISBN 978-81-86906-65-1
Language English
Type Paperback
×
Write Your Own Review
You're reviewing:FOKUSJITU - Panduan Praktis Pemanenan Air Hujan Perkotaan Mandiri | csestore
Your Rating

Customers who bought this item also bought

Upcoming Trainings

DAFTAR